Senin, 10 September 2007

SAND MINING LANDSCAPE RECLAMATION




REKLAMASI TAMBANG

PROJECT : Perencanaan Reklamasi Pasca Tambang
AREA: 57 Ha
LOCATION : Pulau Sebaik - Kab Karimun, Provinsi Kepulauan Riau
CLIENT : PT.Sri Cipta Rezeki - Jakarta, Indonesia


S
ebuah pulau kecil nun jauh berada diujung barat negara Indonesia dan berdekatan dengan perbatasan negara singapura ,memancing perhatian khusus sejenak bagi masyarakat Indonesia, disebabkan penggalian pasir darat demi memenuhi kebutuhan proyek pembangunan reklamsi negara singapura hampir-hampir saja menenggelamkan pulau tersebut dan menghilangkan dari peta negara Indonesia.



Segala protes dengan dalil kerusakan lingkungan hidup ditujukan kepada pemilik dan kontraktor singapura sebagai aktor dibelakang terkurasnya pasir dipulau ini.


Discovery Phase
Proyek ini diterima oleh perencana Arsitek Lansekap pada mulai juni tahun 2006 ,sesuai dengan Surat keputusan Menteri Kehutan dan Perkebunan Republik Indonesia bernomor :146 / Kpts-II / 1999 .Tentang Pedoman Reklamasi Bekas Tambang dalam Kawasan Hutan yang berisikan pedoman teknis untuk segera bagi penambang pasir untuk segera memberlakukan pelaksanaan reklamasi dipulau tersebut dengan tahapan sbb:



  • Inventarisasi lokasi Reklamasi
  • Penetapan Lokasi reklamasi
  • Perencanaa reklamasi; Penyusunan Reklamasi dan Penyusunan Rancangan reklamasi.
  • Pelaksanaan Reklamasi yang meliputi; Penyiapan Lahan , Pengaturan bentuklahan (landscaping), pengendalian erosi dan sedimentasi, Pengelolaan lapisan olah (top soil), revegetasi dan pemeliharaan.







Actual Isuue
Pemilik Kuasa penambangan harus merehabilitasi kembali pulau yang telah menjadi kritis akibat proses penambangan (open pit mining), Keterkaitan yang sangat erat dengan disiplin arsitektur lansekap dikarenakan proyek reklamasi lahan ini harus sesuai dengan program peruntukan pasca tambangnya.
Sesuai dengan keinginan pemilik untuk menjadikan pulau lokasi bekas penambangan pasir darat tersebut menjadi kawasan pariwisata dan budidaya ikan air tawar, maka peran arsitek lansekap menjadi fungsi sentral bagi perencanaan reklamasi tersebut.
Hingga tidak akan terjadi suatu pembangunan proyek reklamasi tampak jelas tujuan dari arah perbaikan tersebut.

Kasus P.sebaik ini menjadi sorotan berita Nasional sejak beberapa media nasional menjadikan kasus pulau sebaik ini menjadi headline, petinggi negara mulai ikut untuk melirik kasus pulau ini dan para ahli mulai berdiskusi tentang parahnya kerusakan lingkungan yang terjadi.Tapi sangat disayangkan tidak satupun dari mereka yang sempat menjejakan kaki dipulau sebaik untuk melihat secara langsung pandangan mata tingkat kerusakan lingkungan pada pulau sebaik.



Keterlibatan profesi arsitek lansekap pada proyek ini, mengajak kaki perencana kelokasi yang hanya dapat dicapai lewat jalan laut, dengan asisten seorang yunior arsitek lansekap kami melakukan survey secara menyeluruh pada kawasan ini.
Mulai dari menginventarisasikan kondisi tanah,kondisi vegetasi,kondisi kerusakan hingga kekondisi masyarakat sekitar yang nantinya akan menjadi sumber daya manusai pelaku pelaksanaan pembangunan proyek reklamasi.

Kendala pada proyek ini adalah, sulitnya mendatangkan bibit tanaman vegetasi, material penunjang pelaksanaan dan minimnya sumber daya manusia pekerja.dikarenakan pulau ini tidak ada pemukiman penduduk maupun disekitar ulau-pulau yang terdekat.

Perencanaan reklamasi memakan waktu selama 5 bulan hari kerja, dilakukan dengan melakukan riset terhadap peraturan-peraturan pemerintah yang terkait dengan perencanaan reklamasi dan diskusi perencanaan untuk mendapatkan solusi yang terbaik bagi data-data existing yang telah ada.
Beberapa ahli yang berdekatan dengan proyek ini telah didatangi untuk diminta pendapat maupun solusi, ada pakar ahli tambang, pakar teknologi lingkungan,pakar hukum tambang dan pakar ahli tanah dan rehabilitasi tanah.



Tingkat kerusakan pada lokasi pertambangan jika dilihat dari kacamata awam memang sangatlah luar biasa, tetapi bagi profesi arsitek lansekap yang sering bergelut dengan perencanaan kawasan wisata resort pantai maupun pembangunan perumahan,kondisi tapak tidaklah terlalu mengkuatirkan disebabkan lahan telah tersedia atau telah melakukan 'landclearing' bagi pembangunan peruntukan selanjutnya sebagai kawasan wisata dan budidaya ikan air tawar.

Kondisi tapak yang menyisakan sekitar 30% area vegetasi dari keseluruhan pulau merupakan sumber plasmanutfah bagi tumbuhnya tanaman-tanaman pioner/perintis pada lokasi dan kolam-kolam bekas galian akan dimanfaatkan ebagai sumber air siraman pemeliharaan tanaman dan budidaya ikan air tawa.

Diakibatkan proyek ini telah menjadi berita nasional, sehingga dalam proses untuk melakukan persiapan pelaksanaan reklamasi di pulau sebaik tertunda, pulau ini menjadi kasus pengadilan dan dengan ditangkapnya seorang koordinator lapangan dan pemilik perusahaan telah didakwa atas perusakan kualitas lingkungan hidup pada pulau sebaik dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun ,maka beralihnya fungsi arsitek lansekap dari peran seorang perencana Lansekap reklamasi menjadi saksi ahli dipengadilan, untuk menerangkan upaya-upaya perencanaan reklamasi terhadap pulau sebaik ini.
Suatu hal yang baru bagi seorang perencana arsitektur lansekap untuk dapat terlibat dengan instasi pengadilan sepanjang menjalankan profesinya.

Sekali lagi profesi arsitek lansekap memberikan pengalaman yang tidak terlupakan dalam kehidupan berpraktisi.




Label:


Read more!

Nusa Dua Competition



Project : Architecture Landscape Competition
Area : 8 Ha
Location : NUSA DUA - BALI , INDONESIA






Label: ,


Read more!

Resort Landscape Planning



Jambu luwuk Resort "Small tropical Village"

PROJECT : Perencanaan Lansekap Resort
AREA : 1.5 Ha
LOCATION : Desa Tapos,Ciawi - Bogor, West Java
CLIENT : Mr.Didi Family

P
royek ini terletak diantara kawasan pemukiman penduduk didaerah tapos dengan ketinggian diatas permukaan laut berkisar 400 – 500 DPL.
Pencapaian kelokasi sangat mudah dicapai dari Jakarta,dari pintu tol ciawi hanya memakan waktu 15 menit.
Keunikan lahan proyek ini sekaligus yang menjadi potensinya adalah kondisi lahan miring dengan kemiringan sekitar 15-30 %, merupakan bekas lahan persawahan sehingga lahan telah terbentuk tersering dengan sendirinya.akibat bentuk permukaan tanah existing menyebabkan lokasi memiliki pandangan visual yang sangat luas kearah gunung salak dan gunung gede tanpa dihalangi oleh perumahan maupun pohon-pohon disekitar area.


Tujuan perencanaan adalah menata kawasan ini untuk peruntukan penginapan keluarga dan kegiatan outbound.sehingga dalam proses perencanaan tapak,perencana yang merupakan arsitek lansekap melakukan riset didaerah sekeliling tapak dengan radius 5 hingga 10 km untuk mengetahui kondisi penginapan yang telah ada disekitar area tersebut.untuk mengetahui gaya bangunan dan style penataan lansekap yang akan dituangkan dalam kawasan ini serta imaji yang akan ditampilkan sebagai atmosfir suasana andalan pemasaran penginanapan ini nantinya.

Selama 2 bulan pertama.Perencana arsitek lansekap lebih banyak melakukan pendekatan wawancara untuk dapat menyerap segala keinginan atau impian pemilik proyek,dan didalam masa perencanaan yang memakan waktu + 3 bulan diputuskan untuk menggunakan gaya rumah panggung sebagai gaya bangunan dikawasan penginapan dengan arsitektur tradisional manado.hal ini dilakukan untuk dapat dengan cepat bangunan terbangun dikarenakan sistem knockdown rumah gaya manado.

Orientasi perencanaan kawasan lebih dititikberatkan pada orientasi kedalam secara fisik dan orietasi keluar.disebabkan permasalah lokasi yang berada ditengah kondisi permukiman desa yang tidak mencirikan suasana desa dengan arsitektur beton dan semi ruko dan hiruk pikuk arus lalulintas ditepi tapak.Mengharuskan segala kegiatan fisik diorientasikan untuk lebih banyak menciptakan ruang intim antara sesama pengguna penginapan nantinya.sehingga akan dicapai suatu suasana yang asri dan nyaman jauh dari kesibukan diluar tapak.

Sedangkan orientasi keluar dijadikan dasar perencanaan disebabkan kondisi tapak yang hampir mempunyai 360 derajat pandangan visual kearah panorama gunung salak dan gunung gede yang merupakan suatu usaha untuk terapi relaksasi bagi pengunjung dan menggunakan frame pandangan tersebut untuk membawa alam pikiran pengunjung seakan berada dekat dengan alam dan berada didalam frame visual panorama tersebut.
Peletakan kolam renang sebagai fasilitas rekreasi di penginapan lebih diutamakan untuk dapat menjadi cermin raksaa sebagai penangkap frame panorama dan lintasan bulan purnama. Sehingga peletakan kolam renang mempergunakan potensi kemiringan tanah dengan pembentukan cut and fill.

Pelaksanaan proyek ini memakan waktu hanya sekitar 2 tahun, dengan mempergunakan konsep arsitektur rumah panggung manado,15 unit bangunan dapat cepat dibangun dan disebabkan perencanaan tidak banyak melakukan pembentukan muka tanah bagi tata letak sirkulasi dan fasilitas utilitas yang lain.

Hari ini proyek telah selesai dan sudah dilakukan launching grand-opening dan para tamu hotelpun mulai berdatangan menikmati sajian atmosfir suasana relaksasi perencanaan arsitek lansekap dan pemilik proyekpun tersenyum karena impiannya terwujud.

Label:


Read more!

Greenway Design



THEME : BLOWIN' IN THE WIND
PROJECT : GreenBelt Landscape Design
AREA : 8500 M2
LOCATION : Taman MEGARIA ,Menteng - JAKARTA
CLIENT : Dinas Pertamanan Prov.DKI Jakarta





Label:


Read more!

HOTEL RESORT LANDSCAPE DESIGN



THEME:Coastal Blue
PROJECT:Hotel Resort Landscape Design
AREA: 6 Ha
LOCATION:Tanjong Pinang - BINTAN,Kepulauan RIAU
CLIENT:Rainbow Hotel Management

Label:


Read more!

Roof Garden Design



Theme : Water Reflection
Project:ROOF GARDEN DESIGN
Area:2.300 M2
Location:EKONOMI BANK - KUNINGAN, JAKARTA
Client:
Mr.TEDDY








Label:


Read more!

Roof Garden Design



Theme : Touchin' The Sky
Project : Amenity Space At 4Th Floor
Area : 4000 M2
Location: HONGKONG
Client : PT.Townland International

Label:


Read more!

Perencanaan Kawasan Agrowisata





Alam Desa Tapos – Sweetland Argotourism


Project : Perencanaan kawasan argowisata
Area : 40 Ha
Location : Desa Tapos II.Cinangneng.Bogor Jawa barat.
Client : PT.Alam desa Tapos - Jakarta

Keunikan dan sekaligus kendala pada proyek ini adalah bagaimana merencanakan sebuah kawasan agrowisata pada lahan bekas persawahan dan bekas budidaya ikan mas di daerah
Dengan kemiringan kondisi permukaan tanah yang variatif dan 40 % luas lahan memiliki kemiringan yang sangat dratis (curam)

Suatu tantangan bagi arsitek lansekap untuk dapat merencanakan sekaligus melaksanakan proyek agrowisata ini agar sesuai dengan keinginan pemilik proyek untuk dapat membangun sendiri dengan mempergunakan sumber daya manusia disekitar proyek, yang nota bene adalah golongan petani.

Tujuan proyek adalah membangun perkebunan budidaya tanaman buah dan budidaya ikan konsumsi dilengkapi dengan fasilitas penunjang restoran sunda dan penginapan/resort.



Potensi tapak proyek ini dilintasi oleh sebuah kali yang lebarnya mencapai 8 meter dengan formasi berbatu dan memiliki air yang jernih.dikejauhan pandangan visual disekeliling tapak sangat mempesona dengan bentuk gunung salak yang utuh untuk dilihat dan pemandangan kota jakarta pada saat malam yang mengeluarkan formasi kelap-kelip lampu.



Proyek berjalan mulai tahun 2001 hingga 2005,dimulai dari perencanaan hingga supervisi pelaksanaan.Ditemani dengan 3 junior arsitek lansekap yang silih berganti dari waktu kewaktu.perencana melaksanakan tugas profesi.

Pada awalnya selama 4 bulan pertama,perencana seorang arsitek lansekap lebih banyak meluangkan waktu untuk tinggal dikawasan proyek yang masih merupakan persawahan dan perikanan rakyat.untuk dapat memahami keinginan dan impian pemilik proyek dan memperdalam pemahaman akan materi tapak.Hal ini dilakukan dengan banyak melakukan diskusi dengan pemilik dan melakukan riset disekitar area untuk mengetahui kemampuan sumber daya manusia penduduk lokal yang nantinya akan berperan sebagai pelaku tenaga kerja pada pembangunan proyek serta melakukan riset untuk menentukan tanaman unggulan bagi perkebunan yang sesuai dengan kondisi klimatologi tapak dan pemasaran produk.

Suatu impian yang idealis jika dapat dikatakan oleh perencana untuk pemilik proyek yaitu membangun suatu kawasan agro pada lokasi tanah yang tidak rata yang tentu akan mempersulit proses produktifitas perkebunan.akan tetapi sebuah tantangan bagi seorang arsitek lansekap haruslah merupakan suatu pengabdian terhadap profesi dan haruslah dijadikan sebagai bentuk permainan baru yang selalu bikin penasaran untuk diselesaikan.
Permasalahan yang tampak diproyek dimulai dari pelaksanaan berdasarkan peta topografi yang telah ada,perencana dibantu oleh seorang yunior arsitek lansekap berusaha mengimplementasikan gambar perencanaan ketapak.Kemampuan untuk mengukur dengan alat ukur theodolite mengakibatkan harus membuka kembali buku diktat kuliah ilmu ukur tanah pada saat kuliah dulu difakultas arsitektur lansekap-universitas trisakti.
Kompleksitas permasalahan timbul disebabkan impian pemilik untuk membangun sendiri pelaksanaan pembangunan denganhanya melibatkan tenaga kerja bangunan yang dimport dari ciamis dan tenaga kerja perkebunan yang di import dari ngawi-jawa tengah ditambah sebagian penduk lokal.



Kebutuhan air bagi air siraman bagi perkebunan untuk tanaman pioner (bibit unggul) dilakukan dengan membuat sebuah danau buatan eluas 1,8 ha di salah satu area perkebunan,dengan maksud selain memenuhi kebutuhan air siraman juga dapat berfungsi sebagai kolam budidaya air tawar dan lokasi restoran dengan gaya arsitektur sunda serta danau tersebut dapat menjadi pengatur iklim mikro bagi pertumbuhan tanaman dengan menghasilkan kesejukan.
Pembangunan danau mempergunakan 1 mesin back hoe dan dengan konsep’ bedol desa’, perencana mengambil inisiatif untuk mengalirkan air dari kali cinangneng sebagai sumber air danau buatan tersebut.

Suatu upaya yang memerlukan pemikiran dan kerja keras untuk dapat merealisasikan pembangunan proyek ini,hanya dibantu dengan seorang yunior arsitek lansekap dan dalam waktu 4 tahun proyek ini berhasil rampung dan mulai berproduksi.suatu bentuk pengabdian untuk profesi arsitektur lansekap dan satu langkah kecil untuk maju berpraktisi telah diambil.

Saat kini jajaran pohon jambu jamaica dan jambu citra yang menjadi unggulan perkebunan ini telah berdiri dan tertata dengan rapi bagaikan prajurit yang berbaris, dikelilingi dengan sirkulasi yang dapat mencapai kesegala area perkebunan menyebabkan pengunjung tidak akan takut kotor untuk dapat berwisata di perkebunan tersebut, dan sebuah danau buatan menambah keunikan tapak berlaku sebagai cermin bagi matahari pada saat terbenam.Irama kali cinangneng yang jernih mengalun mendendangkan lagu pegunungan terdengar menetramkan hati dan latar belakang gunung salak diwaktu pagipun menjadi pelengkap bagi kesempurnaan panorama alam disekitar proyek.
Dan yang paling membanggakan dan mengharukan bagi perencana adalah kembalinya burung belibis kedalam tapak untuk terbang dan bersarang disekitar danau yang dulu pernah enggan untuk mampir dilokasi.

Dan hari ini juga produksi perkebunan terasa manis di lidah dan pemilik pun tersenyum dalam tidurnya.



Label:


Read more!

Perencanaan kawasan wisata hutan lindung



Bintan Leisure Park "Reading The Wilderness"

Project : Recreational Park MasterPlanning
Area : 40 Ha
Location : GUNUNG KIJANG - SOUTH BINTAN,Kepulauan RIAU
Client : Mr.Lee leng sim, PT.Libra Kharisma Alam



Discovery Phase
Keunikan lokasi lahan ini terletak didataran rendah diantara Gunung kijang sebagai latar belakang dan laut sebagai bagian depan,Pencapaian ketapak bisa dilakukan dengan 2 cara pencapaian yaitu melalui darat dari kota tanjung pinang atau melalui laut.

Masih rimbunnya formasi hutan mangrove di lahan ini dengan latar belakang gunung kijang yang rimbun dengan hutannya menyebabkan lahan ini sangat ideal untuk dijadikan sebagai kawasan pariwisata di daerah pulau bintan,untuk dapat mencapai ketapak harus melewati bekas pertambangan pasir yang kering dan panas.Terlihat disekitar hanyalah gugusan dataran pasir yang gundul dan banyak lubang-lubang bekas penambangan pasir yang ditumbuhi oleh tanaman perintis sebagai usaha reklamasi pasca tambang.





Lokasi berada di zona peruntukan industri tambang,sehingga tampak lokasi berada diantara tambang pasir dan tambang granit yang merupakan investasi dari penanaman modal asing singapura.

Actual issue
Permasalahan perencanaan lansekap pada proyek ini adalah perencanaan pencapaian ketapak sehingga tidak mengganggu rutinitas pekerjaan tambang dan kondisi tanah yang mempunyai topsoil yang tipis.

Tujuan proyek adalah membangun kawasan pariwisata yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas rekreasi darat; seperti Mini zoo, area camping,mountain hiking,driving range dan rekreasi laut; seperti jet ski,kayak,parasailing, laguna pemancingan serta fasilitas penunjang yaitu penginapan / resort dengan gaya tradisional / kampung dengan penginapan/resort terapung diatas laut serta restoran makanan laut ditepi pantai.
Pengunjung yang diharapkan sebagai penggunan kawasan pariwisata ini adalah golongan ekonomi kecil dan menengah dari penduduk singapura dan malaysia.serta penduduk lokal.

Dengan mendepankan kondisi tapak yang berada dekat dengan area konservasi gunung kijang , perencana melakukan pendekatan dengan konsep ”Back To nature”
Semua letak fasilitas diletakan pada area yang tidak mengganggu kestabilan ekosistem yang telah terbentuk,yang merupakan potensi utama kawasan ini.

Perencanaan proyek Bintan Leisure Park ini dilaksanakan selama 6 bulan hari kerja pada awal tahun 1997.Diakibatkan situasi politik Di indonesia pada sekitar tahun 1998 ,proyek ini belum rampung hanya baru elesai 60 %.dan hingga kini hanya dilakukan pekerjaan pemeliharaan dan hanya dibuka untuk turis lokal penduduk setempat sebagai tempat rekreasi dan camping anak-anak sekolah.






Label:


Read more!

Perencanaan kawasan reklamasi



PROJECT: WATER FRONT MASTER PLANNING
AREA: 500 HA
LOCATION: Teluk Kriting - TanjongPinang City ,Bintan
CLIENT:PT.Puria Pakumas - BATAM





Label:


Read more!

HOTEL RESORT LANDSCAPE DESIGN



Theme: Pearl Of Mapor
Project: Battuta Resort Landscape Design
Area: 3 Ha
Location: Mapor Island - Bintan, Riau Isles
Client:PT.Marapas GrahaPratama





Label:


Read more!

Villa Garden Landscape Design



Theme : KAMPUNG SUNDA IMAGE
PROJECT
:
Natural Garden Design
AREA : 2 Ha
LOCATION : Tapos - Bogor, West Java
CLIENT : Mr.Martin Family






Label:


Read more!

CLASSIC STYLE GARDEN


THEME : Geometris Ambience
PROJECT
: Garden Design
AREA : 1000 M2
LOCATION : Sentul - West Java
CLIENT: Mr.Halim






Label:


Read more!

Contemporary Garden Style



Theme: Round on the CIRCLE
Project: Private Residence Garden
Area: 8000 M2
Location: LAMPUNG
Client: Mr.AKIM - PT.Putra Bali





Label:


Read more!

Minimalist Garden style


Theme: Vista Power
Project:Private residence Garden & Roof Garden
Area:3000 M2
Location:CITRA estate - LAMPUNG
Client:Mr.Indra





Label:


Read more!

Tropical Garden Design



Theme : Wave of the Water
Project
: Private Residence Garden Design
Area : 2500 M2
Location : Tangerang
Client : Mr.T.Sukma.L





Label:


Read more!

BALI GARDEN STYLE

























Theme: Gallery of Bali Culture
Project:Private Residence Garden Design
Area: 800 M2
Location:South Kalimantan






Label:


Read more!



Technorati Profile


Read more!