Senin, 10 September 2007

Resort Landscape Planning



Jambu luwuk Resort "Small tropical Village"

PROJECT : Perencanaan Lansekap Resort
AREA : 1.5 Ha
LOCATION : Desa Tapos,Ciawi - Bogor, West Java
CLIENT : Mr.Didi Family

P
royek ini terletak diantara kawasan pemukiman penduduk didaerah tapos dengan ketinggian diatas permukaan laut berkisar 400 – 500 DPL.
Pencapaian kelokasi sangat mudah dicapai dari Jakarta,dari pintu tol ciawi hanya memakan waktu 15 menit.
Keunikan lahan proyek ini sekaligus yang menjadi potensinya adalah kondisi lahan miring dengan kemiringan sekitar 15-30 %, merupakan bekas lahan persawahan sehingga lahan telah terbentuk tersering dengan sendirinya.akibat bentuk permukaan tanah existing menyebabkan lokasi memiliki pandangan visual yang sangat luas kearah gunung salak dan gunung gede tanpa dihalangi oleh perumahan maupun pohon-pohon disekitar area.


Tujuan perencanaan adalah menata kawasan ini untuk peruntukan penginapan keluarga dan kegiatan outbound.sehingga dalam proses perencanaan tapak,perencana yang merupakan arsitek lansekap melakukan riset didaerah sekeliling tapak dengan radius 5 hingga 10 km untuk mengetahui kondisi penginapan yang telah ada disekitar area tersebut.untuk mengetahui gaya bangunan dan style penataan lansekap yang akan dituangkan dalam kawasan ini serta imaji yang akan ditampilkan sebagai atmosfir suasana andalan pemasaran penginanapan ini nantinya.

Selama 2 bulan pertama.Perencana arsitek lansekap lebih banyak melakukan pendekatan wawancara untuk dapat menyerap segala keinginan atau impian pemilik proyek,dan didalam masa perencanaan yang memakan waktu + 3 bulan diputuskan untuk menggunakan gaya rumah panggung sebagai gaya bangunan dikawasan penginapan dengan arsitektur tradisional manado.hal ini dilakukan untuk dapat dengan cepat bangunan terbangun dikarenakan sistem knockdown rumah gaya manado.

Orientasi perencanaan kawasan lebih dititikberatkan pada orientasi kedalam secara fisik dan orietasi keluar.disebabkan permasalah lokasi yang berada ditengah kondisi permukiman desa yang tidak mencirikan suasana desa dengan arsitektur beton dan semi ruko dan hiruk pikuk arus lalulintas ditepi tapak.Mengharuskan segala kegiatan fisik diorientasikan untuk lebih banyak menciptakan ruang intim antara sesama pengguna penginapan nantinya.sehingga akan dicapai suatu suasana yang asri dan nyaman jauh dari kesibukan diluar tapak.

Sedangkan orientasi keluar dijadikan dasar perencanaan disebabkan kondisi tapak yang hampir mempunyai 360 derajat pandangan visual kearah panorama gunung salak dan gunung gede yang merupakan suatu usaha untuk terapi relaksasi bagi pengunjung dan menggunakan frame pandangan tersebut untuk membawa alam pikiran pengunjung seakan berada dekat dengan alam dan berada didalam frame visual panorama tersebut.
Peletakan kolam renang sebagai fasilitas rekreasi di penginapan lebih diutamakan untuk dapat menjadi cermin raksaa sebagai penangkap frame panorama dan lintasan bulan purnama. Sehingga peletakan kolam renang mempergunakan potensi kemiringan tanah dengan pembentukan cut and fill.

Pelaksanaan proyek ini memakan waktu hanya sekitar 2 tahun, dengan mempergunakan konsep arsitektur rumah panggung manado,15 unit bangunan dapat cepat dibangun dan disebabkan perencanaan tidak banyak melakukan pembentukan muka tanah bagi tata letak sirkulasi dan fasilitas utilitas yang lain.

Hari ini proyek telah selesai dan sudah dilakukan launching grand-opening dan para tamu hotelpun mulai berdatangan menikmati sajian atmosfir suasana relaksasi perencanaan arsitek lansekap dan pemilik proyekpun tersenyum karena impiannya terwujud.

Label:

0 Comments:

Poskan Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home